Pentingnya Pendidikan

Luhut: Kalau Kita Kuat Pendidikan, Tidak Ada yang Bisa Menjajah

Kampus IT DEL yang sejuk dan asri (foto: Medium)
Kampus IT DEL yang sejuk dan asri (foto: Medium)

DOLOKSANGGUL, Kalderakita.com: Dunia pendidikan sejak lama menjadi hirauannya. Bukan sekadar wacana, Luhut Binsar Pandjaitan – saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi – pun menginisiasi pendirian lembaga pendidikan [IT DEL dan SMA Unggul DEL] di sebuah desa terpencil di Kecamatan Laguboti, Provinsi Sumatra Utara sejak 2001. Berkonsep boarding school, SMA Unggul DEL saat ini termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia dan masih unggul sebagai yang terbaik se-Provinsi Sumut.

Luhut, demikian ia biasa disapa, tak jemu menggaungkan pentingnya pendidikan pada setiap kesempatan berbicara di depan khalayak. Baru-baru ini, pensiunan jenderal yang pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung, ini kembali menekankan betapa pendidikan maha penting.

“Kalau kita kuat pendidikan dan karakter yang bagus dan membangun kekompakan yang bagus. Tidak ada yang bisa menjajah kita. HKBP [Huria Kristen Batak Protestan, organisasi Kristen Protestan terbesar di Indonesia. Red] pun tidak bisa dijajah orang dalam konteks luas. Kalau HKBP kompak. Dan semua itu punya waktu masing-masing. Kita harus belajar menerima bahwa Tuhan sudah mengatur semua. Semua yang ada dibawah langit ada waktunya” ujarnya saat tampil sebagai nara sumber dalam pembinaan Pendeta Resort HKBP, di Aula HKBP Jetun Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, akhir Juli lalu.

Selain pendidikan, pada kesempatan itu Luhut juga menekankan pentingnya memiliki pemimpin berkapasitas yang komprihensif serta integral. Pemimpin yang berusaha untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas dengan baik.

“Jadilah pemimpin bukan sebagai bos,” katanya seperti dilansir website resmi Pemab Humbanghasundutan.

“Sang pemimpin harus senantiasa berada didepan dan menjadi teladan dalam menyelesaikan tugas pokok,” imbuhnya.

Luhut berbicara tentang pentingnya pendidikan (foto: Pemkab Humbanghasundutan)

Luhut menambahkan, dia [pemimpin] juga harus mau berperan sebagai pelopor, dinamisator, actuator, dia harus bisa memotivasikan kepada yang dipimpinnya agar selalu berpikir satu langkah kedepan. Kemudian, sang pemimpin hendaknya bersama-sama dengan tim dan berada atau hadir didalam kegiatan mereka dalam rangka pencapaian atau terselesaikan tugas pokok.

“Sang pempimpin harus bersama-sama dan dari belakang memberi dorongan atau motivasi kepada tim agar dapat menyelesaikan tugas pokok. Inilah prinsip kepemimpinan,” katanya.

Pemimpin yang baik, menurut Luhut, perlu memiliki tiga hal yaitu open heart artinya memiliki hati yang besar dan penuh kasih. Itu yang pertama. Kedua, open mind yaitu punya rasa ingin tahu dan terbuka terhadap ide dan pendapat orang lain. Terakhir open will, memiliki keberanian.