Puisi

MANGAIN (2)

Mangain, prosesi adat pemberian marga (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)
Mangain, prosesi adat pemberian marga (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

MANGAIN (2)

(untuk Rin Gultom)

 

Serupa angin danau

ada di sini begitu saja

kabar merambat semata

singkat di udara

duhai…bagaimana kusiap

undang sanak ajak saudara

pemberi restu-doa

tabalkan marga?

 

ah…ya sudah!

telah lama rencana dikarang

kabar mudik berkali jelang

sebelum pandemi jadi penghalang

hingga asa serasa hilang

tiga tahun lebih terbilang

syukur  akhirnya datang

genapi impian Inang

 

duhai…

demi leluhur: Ompung Nai Ringgit

demi Namboru Ompu Flora

demi Eda Nai Korbina kini terbujur

pula, ikatan lama Silimalombu-Ajibata

kunyatakan sekarang juga:

kusambut niat luhur ini dengan

penuh sukacita dan

tangan terbuka!

kuterima setulus hati

Rin Hindryati anakku sendiri

bungsu sembilan bersaudara

sedari detik ini

peluk-dekap daku, mari

kita rajut kasih

demi esok lebih berarti.

-Silimalombu—Pagarbatu—Bogor, Maret-April 2022

 

*Catatan:

  • ‘Mangain’ adalah satu tahapan dalam prosesi adat pemberian marga.